PEJATEN BARAT

Wednesday, March 15, 2006








Perkumpulan Bisbol Sofbol Pejaten Barat berawal dari 4 pelajar SMA Canisius unit Selatan atau yang sekarang dikenal dengan nama Gonzaga, ingin mempunyai kegiatan extra kurikuler sofbol. Pada tahun 1989 Ogi Rudi Rahadie yang bermain di perkumpulan Kimia Farma, Tri Soemardiono bermain untuk Thunder Bird, Sunny Kusuma Soewanto bermain di perkumpulan Prambors dan Hario Santoso bermain untuk perkumpulan Falcon menyatukan ide untuk membuat sebuah extra kurikuler sofbol yang bernaung dibawah sekolah mereka.

Dengan bantuan perkumpulan asal mereka, berdirilah kegiatan ekstra kurikuler di SMA Gonzaga.

Kendala demi kendala dihadapi, terutama karena olah raga ini bukan merupakan olah raga yang populer sampai pada tahun 1990 tanggal 1 Mei mereka memutuskan untuk membuat extra kurikuler ini menjadi sebuah klub yang independen yang bernama GONZAGA Baseball Softball Club. Walaupun masih menggunakan inisial sekolah mereka sudah terlepas dari naungan sekolah, walaupun mayoritas anggotanya adalah siswa - siswi sekolah tersebut.

Setelah berdiri dan perlahan - lahan berkembang perkumpulan ini menjadi salah satu perkumpulan penyumbang pemain muda terbanyak untuk tim DKI Jakarta. Awalnya pada tahun 1992 klub ini berhasil menempati peringkat ke-3 pada kejuaraan kelompok umur dibawah 19 tahun. Dari situ 9 dari 15 pemain dipanggil untuk mengikuti seleksi tim Junior DKI Jakarta. Saat itu semua mata komunitas bisbol sofbol DKI Jakarta tertuju pada perkumpulan ini.

Setelah itu setiap tahun Perkumpulan ini menyumbangkan pemain - pemain muda untuk membela nama DKI Jakarta dalam pentas kejuaraan junior tingkat Nasional.

Sejalan dengan pertumbuhannya, perkumpulan ini semakin beragam latar belakang anggotanya. Maka pada tahun 1997 perkumpulan ini merubah namanya menjadi Perkumpulan Bisbol Sofbol Pejaten Barat. Hal ini dilakukan untuk meninggalkan kesan eksklusif terhadap suatu sekolah tertentu.

Perkumpulan yang beranggotakan 230 orang baik yang masih aktif yalaupun non-aktif ini sudah mencatat prestasi yang membanggakan. Pada tahun 1996 pertama kali menyumbangkan pemain di dalam Tim Nasional Bisbol pada kejuaraan “AAA Asia Cup” di Filipina, lalu setelah itu setiap tahun pemain dari perkumpulan ini berhasil ikut membela nama Indonesia melalui Tim Nasional.

Pada Tahun 1998 perkumpulan ini membuat prestasi dengan menempati peringkat ke-4 pada Kejuaraan Nasional Bisbol antar Klub tingkat senior yang tanpa batas umur dan prestasi tertinggi yang pernah dicapai adalah menempati peringkat ke-3 pada kejuaraan antar klub tingkat nasional pada tahun 2001. Setelah itu perkumpulan ini tidak pernah keluar dari peringkat 5 besar pada Kejuaraan Nasional Bisbol antar Klub.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home